
Dunia teknologi komunikasi semakin berkembang. Kali ini perkembangan teknologi berasal dari dunia 3 dimensi (3D). Sebelumnya teknologi 3D hanya bisa kita temui di bioskop dan televisi serta notebook. Pada Jumat (2/4/2010) Sharp, raksasa elektronik asal Jepang memulai debut prototipenya dengan memamerkan lara ponsel 3D yang hanya berukurun 3 inchi. Ponsel tersebut menampilkan animasi 3D, berteknologi layar sentuh, dan terkoneksi ke kamera yang bisa merekam video 3D.
Dengan perkembangan ponsel tersebut, orang tidak perlu lagi untuk mencari sebuah televisi atau ke bioskop demi tayangan 3 dimensi. Uniknya, kalau gambar atau video 3D di televisi kebanyakan membutuhkan kamera khusus untuk melihatnya. Akan tetapi, layar Sharp bisa menampilkan gambar 3D tanpa kacamata khusus. Itu semua dikarenakan teknologi Sharp didesain menyajikan gambar berbeda kepada mata kanan dan mata kiri.
Hal yang perlu ditekankan adalah saat ini tampilan 3D Smart hanya bisa dengan jelas dilihat pada jarak tetap yakni sekitar 30 centimeter dari layar.Tidak hanya untuk ponsel, layar 3D tersebut segera ditanamkan Sharp pada perangkat genggam lainnya. Misalnya, konsol game dan kamera digital.
Cara Kerja Sistem 3 Dimensi :

Untuk lebih memudahkan dalam memahami kerja dari Smart phone 3 Dimensi ini, maka perlu dijelaskan bagaimana suatu sistem kacamata 3 D bekerja. Kacamata 3D membuat gambar pada film bioskop dan televisi seperti adegan 3 dimensi yang terjadi tepat di depan pengguna. Dengan objek bergerak keluar masuk layar dan seolah menuju ke arah penonton. Kacamata 3D membuat penonton merasa bagian dari adegan film, tidak hanya seseorang yang duduk disana menonton adegan tersebut.
Cara kerja ini berdasarkan pada Sistem penglihatan binocular, di mana itu semua berdasarkan pada kenyataan bahwa dua mata kita terpisah dengan jarak 2 inchi (5 cm). Dengan demikian setiap mata melihat dunia dari perspektif yang sedikit berbeda, dan otak menggunakan perbedaan tersebut untuk menghitung jarak secara akurat. Otak memiliki kemampuan untuk mengkorelasikan dan memperkirakan posisi, jarak, bahkan kecepatan suatu benda melalui data yang diperoleh dari sistem binocular mata. Sistem ini menggunakan kacamata berbeda warna. Merah/hijau atau yang lebih umum merah/biru. Pada film 3D, proyektor akan menampilkan dua jenis gambar sekaligus. Filter pada kacamata memperbolehkan hanya satu jenis gambar yang masuk ke tiap-tiap mata, kemudian otak akan menyelesaikan sisanya.
Setelah memahami itu, maka kita masuk pada sistem kerja dari Smart 3D ponsel. Ponsel 3D memiliki keunggulan dibandingkan dengan dunia 3D di bioskop, yang mana pengguna tidak perlu menggunakan kacamata 3D merah/biru. Itu semua dikarenakan pada ponsel tersebut ada cahaya yang mengarahkan sinar merah dan biru ke kedua mata yang berbeda. Cahaya tersebut menggantikan fungsi kacamata 3D.
Analisis berdasarkan pendapat dari Everet M. Rogers
1. Interactivity : Dengan penemuan ponsel Smart yang memiliki layanan 3D menyebabkan peminat terhadap dunia 3D menjadi lebih mudah, lebih efektif dan lebih puas terhadap layanan 3 dimensi. Dengan adanya ponsel 3D, pengguna bisa memesan tayangan apa yang diinginkan. Di mana sebelumnya, untuk mendapatkan layanan 3D, seseorang harus pergi ke bioskop atau membeli sebuah televisi 3D, tetapi tidak bisa melakukan pemenuhan keinginan pengguna. oleh karena itu, teknologi ini seperti berkomunikasi dengan penggunanya dengan cara memberikan apa yang dibutuhkan oleh penggunanya.
2. De-massifications : Dampak yang satu ini menentukan pesan yang diterima oleh konsumen suatu informasi. Kontrol pesan berpindah dari produsen ke konsumen. Sebelum ponsel 3D ini ada, seseorang ingin mennonton tayangan 3D harus pergi ke bioskop dan menonton apa yang telah dijadwalkan oleh bioskop penyedia, tetapi dengan adanya Smart ponsel 3D konsumen bisa memilih tayangan 3 dimensi yang disukai.
3. Asynchronous : pada saat ini, pesan/ tayangan 3D yang ditayangkan oleh bioskop serentak pada suatu ruangan theater. Jadi satu tayangan 3D, disaksikan oleh banyak orang. Efek keserempakan penerimaan pesan terjadi. Berbeda ketika, ponsel 3D ini ada. orang-orang yang memiliki ponsel ini tidak lagi akan menerima suatu layanan 3D pada saat yang sama dengan yang lainnya, serta produsen tidak perlu memiliki waktu yang bersamaan dengan konsumen dalam proses pentransmisian pesan.
selain dampak di atas, ada juga dampak lain, yaitu :
a. Dampak Ekonomi : dengan adanya ponsel 3D orang-orang bisa lebih menghemat biaya untuk pergi ke bioskop demi menonton tayangan 3D. Memang untuk mendapatkan ponsel ini diperlukan biaya yang mahal
b.Dampak Sosial : dampak sosial yang ditimbulkan adalah timbulnnya jarak antara interaksi antar-manusia. Sebelumnya orang-orang akan bersama-sama ke bioskop atau televisi untuk menonton tayangan 3D. Tetapi kehadiran ponsel ini bisa menyebabkan tingkat individualitas menjadi meningkat. Orang yang memilikinya cenderung senang akan kesendiriannya dengan ponsel yang memiliki layanan 3D tersebut.
oleh : M.Diaz Bonny S
210110080024

0 komentar:
Posting Komentar