Minggu, 13 Juni 2010

Warga Sumedang Kecam Israel

Sumedang — Serangan Tentara Israel ke kapal Mavi Marmara mendapat kecaman dari warga Sumedang, Jawa Barat. Ribuan Mahasiswa dan Pelajar se-Kabupaten Sumedang melakukan unjuk rasa selepas Shalat Jumat (04/06). ”Kami sangat mengutuk tindakan yang dilakukan Israel,” ujar Abi, salah seorang pengunjuk rasa.
Mereka berkumpul di alun – alun Sumedang dan melakukan long march sampai ke Bunderan Dano, Sumedang. Pengunjuk rasa diterima Wakil Bupati Sumedang Taufik Gunawansyah, SiP di alun-alun Sumedang. Dalam pernyataan sikapnya, Wakil Bupati Sumedang mengatakan Pemerintah Daerah telah menyatakan sikapnya melalui Surat yang ditandatangani langsung oleh Bupati Sumedang H. Don Murdono untuk disampaikan kepada Presiden.
Pernyataan sikap resmi Bupati Sumedang tersebut menyatakan keprihatinan yang sedalam – dalamnya atas insiden penyerangan Israel terhadap Kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina, dan mengutuk tindakan Israel tersebut.
Demo yang diikuti oleh Mahasiswa dan Pelajar tersebut sempat melakukan pembakaran ban mobil di depan KFC. Para pengunjuk rasa mengajak masyarakat untuk memboikot produk Israel dan Amerika agar tidak dikonsumsi.
Sementara itu dalam pernyataan sikap resminya, Forum Peduli Selamatkan Palestina menyampaikan 7 pernyataan sikapnya diantaranya Mengutuk Keras Aksi Terorisme yang dilakukan oleh Israel terhadap konvoy Bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla di Kapal Mavi Marmara, Mendesak Kepada Pemerintah SBY untuk bersikap aktif mendukung kemerdekaan Palestina, Menuntut agar Israel segera diseret ke Mahkamah Internasional dan diekstradisi dari Bumi Palestina; Menuntut dikembalikannya semua tanah Umat Islam di Palestina sesuai peta geografi sebelum tahun 1948 serta menuntut dibebaskannya anggota DPR Palestina yang di tahan Israel dan meminta Forum Legislatif Dunia menekan pemerintahan Israel, serta menuntut PBB untuk mengirim pasukan perdamaian ke Israel.

Syahdino Pratama (210110080208)
4 Juni 2010

SBY dan Megawati Akhirnya Bertemu

JAKARTA - Presiden SBY dan mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, akhirnya bertemu dalam satu forum resmi. Kedua tokoh hadir dalam satu acara kenegaraan, memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni di Gedung MPR DPR RI, Selasa (1/6/2010). Mereka saling bersalaman di akhir acara yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan negara dan mantan pejabat negara. Momen yang jarang terjadi ini langsung diabadikan oleh para juru foto.
Megawati saat dimintai komentarnya, mengaku kehadirannya dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dan mantan Presiden Republik Indonesia ke lima.
"Sebagai ketua umum DPP PDI-P dan sebagai mantan presiden," kata Megawati. Mega juga menambahkan bahwa dirinya hadir karena undangan dari Ketua MPR RI Taufik Kiemas, yang noatabene adalah suaminya. "Saya seharusnya jadi inspektur upacara DPP partai untuk sampaikan pidato tentang Pancasila 1 Juni. Tapi karena undangan Ketua MPR, maka saya dengan alasan yang kuat datang ke MPR," ujar Mega.
Dalam pidatonya, Presiden SBY menjunjung tinggi Bung Karno. Bahkan, sepanjang pidatonya, SBY tak henti-hentinya memuji dan menyanjung Bung Karno. Sanjungan SBY kepada Bung Karno terungkap dalam pidatonya, SBY menyatakan terinspirasi dengan pidato dan kharisma yang dimiliki oleh Bung Karno.

Sumber : Metro TV
Syahdino Pratama (210110080208)
1 Juni 2010

SBY Paparkan 7 Pokok Pikiran Bung Karno




Jakarta – Dalam peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengangkat pemikiran-pemikiran Bung Karno tentang Pancasila, yang merupakan dasar bernegara. Di Gedung Nusantara IV kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/6/2010). SBY menyampaikan ke-7 pokok pikiran Bung Karno itu secara sistematis, di antaranya mengenai nasionalisme, internasionalisme, permusyawaratan dan perwakilan, serta konsep negara gotong royong. SBY mengakui bahwa Bung Karno adalah penggali dan penjaring Pancasila.
SBY menjelaskan, Bung Karno mengatakan bahwa nasionalisme bukanlah kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinisme. ”Saya kutip kata-kata beliau, ’Menuju persatuan dunia, menuju persaudaraan dunia dalam kekeluargaan bangsa-bangsa, sehingga tidak perlu ada konflik antara nasionalisme dengan kemanusiaan atau keduniaan’,” cerita SBY.
SBY menambahkan, saat ini tidak perlu lagi adanya perdebatan mengenai Pancasila. Jika terus diperdebatkan, justru malah akan menjadi kontraproduktif dan tidak memberi kemaslahatan bagi bangsa.
"Tidak patutnya kita perdebatkan kembali Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara. Mari hentikan debat tentang Pancasila sebagai dasar negara, karena akan kontraproduktif dan ahistoris," imbau SBY di depan para anggota DPR/MPR dan para pejabat dan mantan pejabat di Republik.
SBY mengajak semua masyarakat untuk bergotong royong dan saling membantu satu sama lain. ”Kalau bicara persatuan, kebersamaan, dan kerja keras, maka tiada lain konsep gotong-royong yang disampaikan oleh presiden pertama kita, Bung Karno adalah semua buat semua, all for all, bekerja keras bersama,” tandas ketua dewan pembina Partai Demokrat ini.
Terakhir, SBY berharap agar Pancasila menjadi living ideology, serta working ideology yang terus dijadikan sebagai dasar negara serta pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Para pemimpin di Indonesia diharapkan menjadi contoh dan meneladani pemikiran-pemikiran Bung Karno yang akhirnya menjadi awal lahirnya Pancasila itu.

Sumber : Metro Tv
Syahdino Pratama (210110080208)
1 Juni 2010
Foto Ilustrasi: Google/serdadu95.wordpress.com/2009/08/...den-sby/

Nikmatnya Kopi di Blackcoffe Photography

Bandung – Kopi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan warga Indonesia. Hampir semua warga Indonesia pernah mengkonsumsi kopi.
Namun, di Bandung ada sebuah kafe yang menawarkan cara unik dalam menikmati kopi. Bagi penggila kopi, cobalah mampir ke Kafe Blackcoffe Photography di Jalan Badak Singa No. 2 Bandung. Di kafe ini disediakan berbagai jenis kopi yang akan memanjakan lidah para pengunjung. Ada lima menu utama di kafe ini, yaitu kopi Aceh Gayo, Sumatera Mandheling, Java Arabica, Toraja Kalosi, Papua Wamena. Yang membuat kopi ini terkesan unik adalah dalam penyajiannya. Masing-masing kopi disajikan dengan cara yang berbeda-beda. Kopi Gayo, misalnya, dimasukkan ke dalam bejana berbentuk tabung yang memiliki saringan dan penekan. Sebelum diminum, kopi yang sudah dalam bejana harus ditekan dulu agar air terpisah dari ampas. Kemudian, barulah kopi dituangkan ke dalam gelas untuk diminum.
Menurut pengelola kafe Irawan Surya Kusuma, cara itu sesuai dengan kebiasaan masyarakat tempat kopi itu berasal. Selain itu, kata Irawan, masing-masing kopi memiliki takaran yang berbeda-beda sesuai standar internasional. ”Ada ukuran-ukurannya sesuai standard internasional.”
Urusan kocek pun dijamin bersahabat dan ada plusnya. Sambil menikmati kopi, pengunjung juga bisa melihat-lihat karya fotografi dari beberapa komunitas foto Bandung di galeri kafe ini. Ane, seorang penikmat kopi, mengatakan harga yang dipatok pengelola kafe sesuai dengan cita rasa kopi. ”Tidak terlalu mahal lah,” ujar Ane yang merupakan mahasiswa salah satu Universitas Negeri di Bandung.
Bahkan, jika berkunjung pada Jum’at malam atau Sabtu malam, pengunjung akan disuguhi alunan musik blues oleh band lokal Bandung.
Tidak hanya kopi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai menu masakan yang disediakan oleh pengelola kafe. ”Semua menu masakan dimasak oleh sheff standar hotel bintang empat,” ujar Irawan.

Syahdino Pratama (210110080208)
30 Mei 2010

Mahasiswa Berwirausaha

Beberapa tahun terakhir berbagai universitas di Indonesia mulai menggalakkan program kewirausahaan mahasiswa. Dengan adanya program ini diharapkan akan lahir wirausahawan-wirausahawan muda yang akan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Memang program tersebut tidak serta merta langsung memunculkan wirausahawan baru. Namun, perlahan-lahan hasil positif itu sudah mulai terlihat. Belakangan ini banyak kita temukan mahasiswa yang mempunyai usaha mandiri. Salah satunya, Irawan Surya Kusuma yang merupakan seorang mahasiswa Teknik Material ITB. Irawan ikut program kewirausahaan yang diwadahi oleh Ikatan Alumni Jawa Barat ITB beberapa tahun lalu. Kini dia dan dua orang rekannya telah memiliki sebuah kafe di Jalan Badak Singa No 2 Bandung. Kafe yang menawarkan menu khas kopi ini mulai didirikan pada November 2009.
Irawan mengaku, awalnya dia pernah menjadi distributor beras premium. ”Saya memasok beras ke berbagai swalayan di sekitar Bandung. Untungnya sih lumayan. Tapi, udah beberapa bulan terakhir usaha itu mulai macet,” ujarnya. Setelah itu, dia bersama dua orang rekannya membuat usaha kecil-kecilan. Berbekal sebuah ruangan di kontrakannya, Irawan membuka sebuah warung kopi. ”Dulu modalnya hanya Rp 1,7 juta satu orang,” cetus mahasiswa asal Jakarta ini.
Kemudian, setelah lama berjalan, ia mencari investor untuk membesarkan skala usahanya. Akhirnya, ia pun mendapatkan gelontoran dana sekitar Rp 400 juta dari beberapa orang investor di Jakarta. Kini, ia dan dua rekannya sudah mampu mempekerjakan sebelas orang karyawan.
Berbeda dengan Eru, mahasiswa yang ikut program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Unpad, membuka usaha di bidang lain, yaitu sablon mug. Bermodalkan uang bantuan dari Unpad, Eru membeli alat-alat print seadanya. Eru mengatakan bahwa, modal itu akan dikembalikan lagi ke pihak Unpad. ”Dikembalikan sih, tapi nyicil dikit-dikit,” ujar mahasiswa Sastra Jerman Fakultas Sastra Unpad ini.
Kini, usaha Eru sudah mulai dikenal oleh mahasiswa. Dia mengaku, dia dan dua orang temannya tiap bulan bisa mendapat laba yang setara dengan UMR Kota Bandung. ”Sesuai lah dengan UMR di Bandung,” ujar mahasiswa asal Padang ini. Meskipun, usaha Eru belum sebesar Irawan, namun kemandiriannya patut diteladani.

Syahdino Pratama (210110080208)
30 Mei 2010

FIKOM Kampanyekan Anti-Plagiarisme dan Kecurangan Akademik


Jatinangor- Beberapa bulan terakhir pemberitaan mengenai kecurangan di lingkungan akademik semakin marak. Seperti, tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh dosen Universitas Parahyangan dan ITB. Tentu, itu merupakan potret kecil yang terekspos media. Tampaknya, plagiarisme dan kecurangan akademik lainnya telah menjadi bahaya laten yang menggerogoti civitas akademika sejak lama. Namun, baru beberapa bulan terakhir borok itu mulai terangkat ke permukaan. Sungguh ironis, warga akademik yang seharusnya menjadi contoh masyarakat, justru menjadi pelaku kecurangan. Suatu preseden yang kurang baik untuk masa yang akan datang.
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) menaruh perhatian terhadap permasalahan ini, melalui Gebrak (Gerakan Bersama Anti-Plagiarisme dan Kecurangan Akademik) Fikom. Gebrak Fikom, tepatnya diselenggarakan oleh mahasiswa Manajemen Komunikasi Fikom Unpad, merupakan kampanye sosial berupa himbauan yang ditujukan pada seluruh warga akademik. ”Kampanye ini adalah bentuk perhatian atas krisis citra dan moral akademik,” ujar Rendy, ketua pelaksana Gebrak Fikom.
Menurut Rendy, event ini awalnya memang merupakan tugas salah satu mata kuliah. ”Namun kami mengembangkan event ini agar mendapat apresiasi dari semua warga kampus.” Dia berharap, event bisa memiliki manfaat yang lebih besar buat semua orang. ”Semoga kegiatan ini mendapatkan respon dari warga kampus dan membawa dampak yang cukup signifikan dalam menanamkan kesadaran pada semua warga akademik untuk tidak melakukan kecurangan akademik,” cetus Rendy.
Gebrak Fikom berlangsung dari tanggal 25-27 Mei 2010. Rangkaian kampanye diisi dengan berbagai acara, salah satunya kuliah umum yang disampaikan oleh Guru Besar Fikom, Prof. Dr. Engkus Kuswarno dan Amir Tengku Ramli, direktur utama Pumping Indonesia Institute. Sedangkan di akhir acara, Gebrak ditutup dengan deklarasi anti plagiarisme dan kecurangan akademik oleh seluruh mahasiswa.

Foto : Ng Dapnu
Syahdino Pratama (210110080208)
27 Mei 2010

Sabtu, 12 Juni 2010

Tolak Obama Antek Israel



Rencana kedatangan Presiden Obama ke Indonesia menuai kecaman. Semenjak penyerangan Israel ke kapal kemanusian Mavi Marmara pada Senin (31/5) dini hari. Awalnya Presiden Obama dijadwalkan berkunjung ke Indonesia dan Australia pada 13-19 Juni mendatang.

Kecaman akan penolakan Obama datang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat. Penolakan tersebut dinyatakan dalam unjuk rasa yang dilakukan di depan Gedung Sate Jawa Barat pagi ini. Sekitar 500 orang yang tergabung dalam HTI Jawa Barat menyuarakan kepada pemerintah untuk membantu Palestina dan menyerang Israel. Di samping itu, pengunjuk rasa juga meminta pemerintah dan masyarakat Indonesia lain untuk menolak kedatangan Obama ke Indonesia.

“Menerima Obama berarti membiarkan Israel masuk ke Indonesia. Itu semua berarti menyakiti hati umat Islam yang memberikan bantuan ke Palestina” ujar Humas HTI Jawa Barat, Luthfi Afandi.

Dengan unjuk rasa tersebut, HTI Jawa Barat menekankan agar bangsa Indonesia terang-terangan menolak kedatangan Obama. Itu semua bertujuan untuk mewujudkan Islam yang sejati.
By M. Diaz Bonny S.(210110080024)
Photo : M. Diaz Bonny S
1 Juni 2010

Pemerintah Jangan Jadi Banci


Penyerangan tentara Israel ke Palestina menuai kecaman di seluruh dunia. Apalagi setelah penyerangan tentara Israel ke kapal kemanusian Mavi Marmara yang hendak mengirim bantuan ke Gaza, Palestina.

Saat ini, kecaman itu berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat. Kecaman HTI Jawa Barat ditunjukkan dengan melakukan aksi demo di depan Gedung Sate Jawa Barat. Dalam kecamannya, HTI menyayangkan tindak pemerintah yang terkesan lambat dan takut dalam mengrtik Israel. Apalagi di dalam kapal kemanusian tersebut terdapat sebelas orang asal Indonesia.

Humas HTI Jawa Barat, Luthfi Afandi di sela-sela unjuk rasa mengatakan “SBY seharusnya jangan retorika saja. Akan tetapi, ia harus secara keras menunjukkan kemarahan umat Indonesia akan perbuatan Israel. Misalkan dengan mengirim pasukan untuk menyerang Isarel.”

Di dalam unjuk rasa tersebut, HTI Jawa Barat menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk bahu-membahau dalam memecahkan persoalan Palestina. Pemecahan tersebut adalah dengan mengusir Israel dari Palestina. Karena memang Israel negara Zionis Penjajah.

foto by M.Diaz Bonny S
M.Diaz Bonny S (210110080024)
1Juni 2010

Mahasiswa Unpad Peduli Budaya Jabar



Berawal dari tugas kuliah, Humas C Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan suatu event yang mengangkat tema budaya Jawa Barat. Kali ini mereka mengangkat event yang terkait dengan batik Jawa Barat. Event tersebut bernama pemilihan Duta Batik Jawa Barat (DBJB).
“Alasan kami pertama kali bahwa Jawa Barat mempunyai 16 jenis batik Jabar, selain itu di Jawa Barat ada Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) tetapi belum ada event yang benar-benar mempromosikan batik Jabar” ujar Ketua Event DBJB, JP ketika ditemui di kampus Fikom Unpad.

Event Duta Batik Jawa Barat yang nantinya bertujuan untuk memilih orang atau model yang akan mempromosikan batik Jawa Barat. Tidak batik saja, model yang menjadi pemenang batik ini akan mempromosikan budaya Jawa Barat lainnnya juga.

Di tempat berbeda, Ketua Harian Yayasan Jawa Barat, Komarudin Kudiya mengatakan “Kami Yayasab Batik Jawa Barat (YBJB) menyambut baik dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang telah memberikan perhatian akan dinamika perkembangan batik Jawa Barat.Kami mengharapkan dengan event ini, citra batik Jabar menjadi terangkat lagi.

Sedangkan Penentuan pemenang Duta Batik Jawa Barat (Grand Final) bertempat di Union Square Cihampelas Walk Bandung pada tanggal 12 Juni 2010.
foto ilustarasi by DBJB
M. Diaz Bonny S (210110080024)
5 Juni 2010

Jumat, 28 Mei 2010

Promosi Tidak Jamin Posisi


Artikel Opini---Suatu kisah yang cukup dramatis dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat, di Bandung 21-23 Mei 2010. Dalam pemilihan tersebut, ada 3 calon yang satu diantaranya bakal menjadi Ketua Umum Partai Demokrat untuk Periode 2010-2015. Tiga calon tersebut adalah, Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum PB HMI), Andi Mallarangeng (Menpora) dan Marzuki Ali yang sekarang masih menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2009-2014.

Beberapa bulan kebelakang, mungkin tiga bulan. Pemirsa televisi dan radio sudah ditembaki dengan berbagai macam jenis iklan untuk menggaet dukungan terhadap tiga pasangan tersebut. Iklan yang paling yang mencolok adalah iklan dukungan akan Andi Mallarangeng. Iklan tersebut dibuat sebaik mungkin, salah satu kata-katanya adalah For AM, dukung AM untuk Kejayaan Demokrat. Iklan ini terlalu mencolok ditampilkan di stasiun televisi swasta, Metro TV. Tidak hanya itu, berbagai jenis baliho, bendera dan umbul-umbul juga menghiasi jalanan di kota Bandung akan Andi Mallarangeng. Ada isu juga sepanjang jalan tol Padalarang dukungan bendara Andi Mallarangeng seakan-akan menghiasi jalanan ini.

Berbeda dengan 2 calon lainnya, Anas Urbaningrum dan Marzuki Ali. Iklan keduanya jarang terlihat, tidak tahu apakah mereka kekurangan dana atau mempunyai strategi lain menggaet dukungan. Memang keduanya pernah menduduki jabatan penting di lembaga-lembaga top negeri ini. Anas Urbaningrum di HMI dan Marzuki Ali sebagai ketua DPR RI periode 2009-2014.

Dalam awal perjalan kongres ini, sudah terlihat siapa yang pantas menjadi tampuk utama Partai Demokrat. Ronde pertama, Anas Urbaningrum berhasil memenangkan jumlah suara hingga 250-an suara. Pada ronde kedua, Andi Mallarengang dan Marzuki Ali bergabung untuk melawan suara dukungan Anas. Akan tetapi, gabungan itu tidak sanggup untuk menahan laju kemenangan Anas Urbaningrum. Pada akhirnya, perhitungan suara Minggu, 23 Mei 2010 menetapkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Anas memenangkan lebih 50 persen suara akan Dewan Perwakilan Cabang Demokrat seluruh Indonesia. Ia berhasil menggaet sekitar 280 suara. Di samping itu, Marzuki Ali mendapatkan sekitar 240an suara dan Andi Mallarangeng sekitar 80an.

Dari proses kongres Partai Demokrat itu terlihat bahwa promosi dan iklan besar-besaran bukanlah jaminan untuk mendapatkan posisi pemimpin. Hal itu yang dilakukan oleh Andi. Ia sendiri mengakui bahwa ia jarang sekali turun ke DPC di daerah-daerah untuk bertemu, sehingga ia kurang dukungan. Berbeda dengan Anas, ia sering turun ke DPC-DPC di semua daerah di Indonesia. Pada akhirnya, kita bisa memetik pelajaran bahwa, pendukung kita butuh akan kedekatan dan kredibilitas pemimpin, bukan promosi yang besar-besaran. Promosi hanya memiliki sedikit persentase dalam penentuan kemenangan.***(M. Diaz Bonny S, 210110080024)

West Java Adventure Off Road ke-11 Digelar

Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat gelar event West Java Adventure Off Road (WJAOR) ke-11. Kegiatan ini diselenggarakan Kamis (27/5) dan berakhir Minggu (30/5). WJAOR inidiikuti oleh 45 tim, terdiri dari 135 kendaraan dan 270 peserta. Pelepasan acara ini akan dilakukan di depan gedung Sate pada Kamis pagi (27/5) dan akan berakhir di daerah Cipanas-Cianjur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Ir. H. Herdiawan mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat sebagai pelaku dalam pengembangan kepariwisataan melalui kegiatan pengembangan dan promosi pariwisata. “Ini juga untuk mengembangkan wisata minat khusus atau petualangan melalui wisata olahraga otomotif,”ujarnya.

Selain itu, Herdiawan juga mengatakan, rute yang akan dilalui kali ini mencapai 180 km dan akan berakhir di Aquilla Pacet-Cianjur. Di sana akan ditampilkan juga uji keterampilan mengemudikan kendaraan 4x4 atau trail stage (TS) untuk memerebutkan trofi bergilir gubernur Jawa Barat.

Selain itu, seorang peserta, Krisna mengatakan, “Ajang ini menjadi tempat bagi kami untuk melihat keindahan alam Jawa Barat dan menjalin hubungan kekeluargaan dengan off roader yang lain.”

Sementara itu, Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Jabar, Drs. H. Dani Herdiana, M.Si mengatakan bahwa tujuan WJAOR ini lebih mengedepankan adventure atau country road dari pada kecepatan atau ketepatan. “Karena itu, para peserta dianggap sebagai duta wisata dari daerahnya masing-masing untuk memperkenalkan objek wisata alam yang ada di Jabar,” ujarnya.
(M. Diaz Bonny S, 210110080024)

Senin, 03 Mei 2010

Dunia Jurnalisme Masa Depan

Perkembangan Media Baru
M. Diaz Bonny S. (210110080024)
Syahdino Pratama (210110080208)

Dunia Jurnalisme Masa Depan
Perkembangan teknologi semakin pesat. Berbagai macam penemuan teknologi hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan teknologi tersebut tak lain adalah untuk membuat manusia semakin mudah dalam mengerjakan berbagai kegiatannya. Teknologi yang paling pesat perkembangannya adalah teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Itu semua disebabkan begitu besarnya kebutuhan manusia akan komunikasi dan informasi.
Tonggak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ditandai dengan ditemukannya internet dan website. Dahulunya sebelum ada internet dan website, manusia meperoleh informasi dari media cetak dan media elektronik. Memang media-media tersebut sampai saat ini masih digunakan, seperti koran, majalah, televisi, radio, dan sebagainya. Namun, media tersebut pamornya sudah mulai meredup seiring kehadiran internet dan website.
Penemuan website ini menyebabkan penyampaian pesan menjadi lebih cepat. Faktor kecepatan inilah yang menjadi nilai tambah dari internet dan website. Kecepatan tersebut dimanfaatkan oleh sebagian manusia untuk mendapatkan sisi aktualitas dari informasi. Contoh, orang-orang akan mendapatkan berita yang cepat melalui situs detik.com, di mana informasi yang disampaikan lebih cepat daripada media lain (media cetak dan elektronik).
Jika kita bayangkan 10 tahun mendatang, mungkin saja manusia akan beralih ke dunia online ini. Semua hal akan terhubung dan terkoneksi dengan apa yang dinamakan internet. Itu semua sudah bisa kita lihat pada saat sekarang ini. Begitu banyak gadget yang memberikan layanan media online, seperti iPad dan PDA. Kedua gadget ini memberikan fasilitas internet untuk mengakses berbagai website dengan kecepatan tinggi. Bahkan, beberapa waktu lalu Google berencana untuk mengeluarkan sebuah TV yang langsung terhubung dengan jaringan intenet. TV itu bisa mengakses film-film dan video streaming. TV itu juga dilengkapi dengan pemutar blue ray.
Bisa kita bayangkan dalam 10 tahun mendatang, dunia ini penuh dengan alat-alat canggih yang bisa memberikan akses cepat pada manusia. Sudah barang tentu alat-alat tersebut menjadi kebutuhan pokok manusia. Manusia akan sangat tergantung pada alat-alat tersebut dalam pemenuhan kebutuhanya.
Namun, walau bagaimanapun dahsyatnya peran perkembangan teknologi informasi, hal itu juga sudah barang tentu membawa dampak tertentu. Perkembangan teknologi informasi itu bisa berpengaruh terhadap eksistensi media massa cetak dan media massa elektronik konvensional yang sekarang masih digandrungi. Mungkin 10 tahun mendatang kedua jenis media ini akan musnah. Orang-orang akan menonton televisi, mendengar radio dan membaca berita hanya dalam genggaman. Para produsen berlomba-lomba menciptakan alat konvergensi yang kecil, efektif, dan efisien.

Jurnalisme di Perkembangan Teknologi Canggih
Ada hal yang menarik yang perlu kita perhatikan dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu berkaitan dengan dunia jurnalisme. Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih, maka dunia jurnalisme tentu juga akan terus berkembang.
Jurnalis semakin canggih. Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambakan aktivitas jurnalisme di masa mendatang. Masa tersebut bisa 10 tahun mendatang atau bahkan kurang. Dunia jurnalisme semakin cepat. Penyampaian informasi bisa langsung sampai ke komunikan dalam detik itu juga. Misalkan saja, kejadian kebakaran di suatu tempat akan langsung diberitakan dalam waktu yang singkat. Jurnalis tidak perlu lagi ke kantor untuk menyerahkan beritanya ke redaktur. Semuanya dilakukan lewat jaringan internet.
Namun, ada hal yang sebenarnya perlu dikuatirkan oleh dunia jurnalisme. Dengan perkembangan teknlogi yang semakin canggih, maka setiap orang pasti akan bisa menyampaikan informasi yang diperolehnya. Dengan kata lain, warga tidak perlu lagi mencari jurnalis untuk meliput suatu kejadian karena itu semua bisa dilakukan oleh warga itu sendiri. Kegiatan tersebut bernama citizen journalism.
Walaupun citizen journalism menjadi ancaman serius dalam dunia jurnalisme, jurnalisme warga ini juga memberikan manfaat tersendiri bagi dunia jurnalisme. Jurnalis tidak perlu lagi mencari berita yang tidak bisa dijangkau. Tetapi, hal yang berkaitan dengan kredibiltas informasi harus tetap diutamakan. Jadi, profesi sebagai jurnalis tidak akan tergeser dengan adanya citizen journalism. Meskipun demikian, peran professional journalism tetap dibutuhkan. Kenapa? Karena para jurnalis profesional ini memiliki kelebihan-kelebihan dibanding para jurnalis warga. Contoh, ketika meliput tempat resmi yang tidak bisa didatangi sembarangan orang. Jurnalis warga memiliki keterbatasan di sini. Alasan pertama, jurnalis warga tidak mempunyai akses masuk karena tidak punya kartu pers resmi. Nah, di sini lah kelebihan dari jurnalis profesional. Dia bisa mendapatkan akses masuk karena dia diizinkan dan dilindungi oleh Undang-undang.
Situs Jejaring Sosial dalam Persaingan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tadi menyebabkan adanya tren dalam dunia jejaring sosial. Jejaring sosial ini dalam bentuk website yang menyediakan layanan pada warga untuk berinteraksi di dunia maya. Contohnya facebook, twitter dan webblog. Jejaring sosial ini member keleluasaan kepada pengguna untuk mengaktualisasikan dirinya dalam bergaul. Bahkan, orang yang biasanya di dunia nyata bersfiat kalem dan pemalu, malah di dunia maya menjadi orang yang sangat terbuka dan agresif. Inilah yang ditawarkan oleh jejaring sosial sehingga membuat orang terlanjur candu menggunakannya. Selain itu, situs jejaring sosial ini juga menawarkan sisi privatisasi, sehingga orang-orang akan cenderung mebatasi siapa saja yang bisa berinteraksi dengannya.
Situs jejaring sosial pada saat ini menjalani masa jayanya. Masa kejayaan ini sebenarnya merupakan momentum yang besar bagi dunia jurnalisme. Setiap orang bisa memberikan informasinya melalui akun pribadi yang dimilikinya. Misalkan saja, pengalaman dalam menikmati pemandangan alam bisa diinformasikan kepada yang lain dengan menulis di facebook.
Sepuluh tahun mendatang, kami meyakini situs jejaring sosial adalah tempat yang paling tepat dan efisien dalam menyampaikan informasi. Bisa jadi, web yang berisikan berita akan bergabung dengan situs jejaring sosial dalam menggaet pembaca. Persaingan antar media pun pasti tidak akan bisa dielakkan. Konsekuensi positif yang bisa didadapatkan adalah situs jejaring tersebut menawarkan penemuan-penemuan baru yang menarik, mudah dan cepat diakses oleh semua orang. Itu semua berkaitan dengan tren manusia yang lebih suka mengakses jejaring sosial dibandingkan portal berita.
Untuk lebih memudahkan kita dalam memahami persaingan situs jejaring sosial (facebook, twitter dan lainnya) dan dihubungkan dengan dunia jurnalisme, maka kami akan coba sedikit jelaskan dunia situs jejaring sosial tersebut.
Twitter
Twitter dikenal dengan situs micriblogging yang memudahkan manusia dalam berkomunikasi di dunia maya. Kecepatan penyampaian pesan menjadi andalan utama bagi situs yang satu ini. Dalam dunia jurnalisme, kita mengenali apa yang disebut sebagai aktualitas dan kecepatan penyampaian informasi. Melalui situs jejaring sosia twitter ini, para jurnalis mendapatkan keuntungan yang besar dalam menyampaikan berita kepada khalayak. Misalkan saja, ketika adak kejadian gempa, jurnlis bisa langsung memberikan informasi melalui twitter yang dimilikinya. Semua orang yang menjadi temannya akan segera tahu akan informasi apa yang disampaikannya. Berbeda dengan penyampaian berita yang harus memperhatikan pola kalimat, struktur berita dan sebagainya. bukankah inti dari komunikas itu proses penyamaan makna ?
Bagi para jurnalis media sosial Twitter memiliki 2 fungsi , yaitu : Spotting trends, yaitu jurnalis dapat mengenali topik apa yang paling hangat dibicarakan di Twitter, baik dalam skala nasional maupun internasional. Jurnalis juga dapat mengetahui berbagai tanggapan dan komentar para pengguna Twitter lainnya atas topik tersebut. Filtering trends, yaitu jurnalis dapat melakukan penyaringan atas berbagai topik yang dibicarakan di Twitter. Jurnalis juga dapat menilai sisi news value topik tersebut. Apakah cukup penting dan menarik untuk dicari tahu lebih jauh atau tidak.
Facebook
Teknologi jejaring sosial yang juga menjadi tren saat ini adalah facebook. Teknologi ini menjadi hal yang paling utama dan terlengkap dalam penyampaian pesan. Mulai dari teks hingga video bisa diakses dalam satu halaman jaringan sosial ini. Jika dihubungkan dengan dunia jurnalisme, maka hal ini sangat membantu. Karya jurnalisme yang dihasilkan tidak hanya berupa teks, tetapi juga berupa gambar, video, audio, dan lain sebagainya.
Dengan adanya situs jejaring sosial seperti facebook ini, khalayak akan dimudahkan dalam mendapatkan informasi yang diinginkan. Dalam satu halaman web, khalayak bisa menikmati informasi dalam bentuk teks, audio bahkan video. Dengan hal itu, pengguna tidak akan pernah merasa bosan. Karena unsur kebaruan dan inovasi sangat mempengaruhi sisi psikologi pengguna.
Melihat perkembangan saat ini, jejaring sosial akan terus berkembang. Berbagai fitur akan lahir untuk memberikan dimensi inovasi yang dapat menarik minat pengguna. Bisa saja, sepuluh tahun yang akan datang, semua media akan berafiliasi dengan situs jejaring sosial dalam menyampaian berita. Namun, terlepas dari kebebasan pengguna untuk menyampaikan informasi, beberapa hal harus tetap diperhatikan, seperti etika, akurasi, dan objektivitas. Jika semua kaidah-kaidah jurnalistik sudah terpenuhi, maka berbagai jejaring sosial ini akan menjadi andalan masyarakat.

Senin, 19 April 2010

ViNB, Teknologi Futuristik

ViNB (Virtual Note Book) adalah sebuah teknologi komunikasi yang menawarkan suatu pengalaman baru dalam menggunakan note book. Teknologi ini dirancang untuk memudahkan pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak mau repot dengan barang bawaan.

ViNB berupa perangkat note book 3 dimenasi virtual yang menggunakan bahan plastik yang memiliki sensor sebagai media pengganti. Perangkat plastik tersebut dihubungkan dengan kacamata yang memiliki kemampuan memperlihatkan benda 2 dimensi tersebut menjadi 3 dimensi. Kacamata ini dilengkapi dengan lampu, micrhopon, speaker, sensor, memori, wimax receiver dan processor yang ditanamkan di bingkai kacamata.

Teknologi ini dikembangkan berdasarkan prototipe teknologi HP Sharp buatan Jepang dan Hologram.

 Cara kerja :

Kacamata dari perangkat ViNB memiliki kemampuan untuk melihat benda 2 dimensi menjadi 3 dimensi. Kacamata ini memiliki sensor untuk mengolah data dan memori untuk menyimpan semua data perangkat ViNB. Pada kacamata ini terdapat 2 jenis lampu dengan sinar yang berbeda. Kedua jenis lampu akan menyorotkan sinarnya ke plastik ViNB. Cahaya yang disorotkan ke plastik dipantulkan kembali dan ditangkap oleh kacamata.

Pada kacamata, pengguna akan melihat plastik tersebut sebagai note book 3 dimensi. Dengan melihat plastik tersebut sebagai note book, maka pengguna akan  menggunakan ViNB seperti layaknya note book biasa. Misalkan browsing internet. Selain itu, ViNB juga bisa sebagai alat komunikasi yang menampilkan video call. Di mana microphone dan speakernya terletak pada bingkai kacamata.

Untuk menghubungkan dan mentransfer data yang sudah diolah di plastik dan kacamata ViNB digunakan gelombang elektromagnetik. Kecepatan data transfer kacamata ke plastik atau sebaliknya sangatlah cepat. Jadi, kemungkinan besar tidak ada gangguan  koneksi antara kacamata dengan plastik.(Diaz dan Dino)

Senin, 05 April 2010

Koran Elektronik, Alternatif Kurangi Pembabatan Hutan


Perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat, termasuk dalam bidang media massa. Setelah media online dimanfaatkan untuk menyebarluaskan berita, atau yang dikenal dengan berita online, posisi media massa cetak semakin terancam keberadaannya. Maka dari itu, media massa cetak mulai berbenah. Salah satu strategi media massa cetak untuk bersaing yaitu dengan meluncurkan Koran elektronik.
Di masa depan, koran elektronik akan menggantikan koran konvensional. Bahkan, sudah ada beberapa film yang sudah menampilkan kecanggihan teknologi koran elektronik tersebut. Dalam film fiksi ilmiah “Minority Report”, Steven Spielberg mengganti harian “USA Today” dengan sebuah display transparan, di mana teks dan gambar dapat ditampilkan. Sepertinya impian Spielberg hampir menjadi kenyataan. Kini para penerbit koran sudah mulai menawarkan media baru kepada pembacanya, misalnya dengan apa yang mereka sebut “tinta elektronik”. Teknologi dasarnya dikembangkan di lab media MIT dan dipasarkan oleh E-Ink.

Cara kerja

Tidak banyak yang tahu bahwa koran elektronik telah dikembangkan sejak lebih dari 30 tahun lalu. Tinta elektronik membuat teks yang tajam dapat ditampilkan pada perangkat baca yang sangat tipis dan lentur, layaknya sebuah kertas Koran.
Jutaan bola berukuran mikroskopis diletakkan di antara 2 lembar plastik dan berfungsi menggantikan tinta cetak. Bola-bola tersebut berisi partikel warna hitam atau putih dengan muatan listrik berbeda dan “berenang” dalam cairan transparan. Sebuah medan listrik di antara elektroda-elektroda halus dalam lembar plastik menarik pigmen hitam atau putih ke permukaan dan membentuk pixel. Tinta elektronik ini mengkonsumsi listrik saat halaman “dibalik” dan mulai ditampilkan. Resolusinya sekitar 400 pixel/cm2, setara dengan koran cetak. Tebal display yang 0,3 milimeter hanya sedikit lebih tebal daripada kertas koran.
Namun, ada hal yang terasa sangat mengganjal dalam pengembangannya. Selam beberapa tahun, para pengembang belum mampu membuat secara masif display yang dapat digulung layaknya sebuah kertas sungguhan.

Koran elektronik pertama dari Belgia


Teknologi ini di beberapa negara telah mulai diaplikasikan, salah satunya di Belgia. Langkah awal telah dibuat oleh koran ekonomi “De Tijd”’. Pembaca dapat mendownload versi digital koran tersebut dengan besar sekitar 4-6 MB, ke perangkat baca Ilead. Reader yang dibuat oleh anak perusahaan Philips IRex tersebut berukuran sekitar 22 x 16 cm, tebal 16 mm dan berat 390 gram. Halaman dibalik dengan menekan tombol. Harian terbitan Perancis “Les Echos” dan “New York Times” juga tengah menguji edisi elektronik-nya.

Dampak Teknologi

Menurut Everet M. Rogers, ada tiga dampak yang terjadi akibat perkembangan teknologi. Yaitu:
1. Interactivity : Kemampuan sistem komunikasi baru untuk "berinteraksi" dengan penggunanya, bukan sekedar menjalankan prosedur mekanis pengiriman pesan atau reaksi mekanikal. Dengan adanya Koran elektronik ini, sistem komunikasi baru yang tecipta akan lebih interaktif. Karena apa yang diperintahkan oleh pengguna, akan dijalankan oleh komponen tersebut. Jadi ada hubungan timbal balik layaknya sebuah percakapan.
2. De-massifications : Kontrol sistem komunikasi bergeser dari produsen pesan ke konsumen media. Dengan adanya Koran elektronik ini, kontrol penyajian berita bukan lagi pada institusi pers, tetapi lebih pada peran aktif konsumen. Karena, konsumen lah yang akan mendowload berita-berita yang sesuai dengan minatnya. Bukan diterpa dengan sengaja, layaknya pemberitaan dalam Koran konvensional.
3. Asynchronous : Kemampuan untuk menentukan waktu pengiriman dan penerimaan pesan pada waktu yang dikehendaki. Jika, pada Koran konsumen dibatasi waktu, maka dalam Koran elektronik ini sangat berbeda. Pengguna Koran elektronik tidak perlu khawatir akan kehilangan atau ketinggalan berita. Karena, si konsumen bisa kapan saja mengakses berita yang dikehendaki.

Selain tiga dampak yang diutarakan Rogers, masih ada dampak yang dapat timbul dari kemajuan teknologi, di antaranya:
1. Dampak Ekonomi : Dengan adanya Koran elektronik, pengguna tidak perlu sering membeli Koran seperti biasa. Cukup satu kali membeli perangkat plastik elektronik, konsumen hanya tinggal mendownload berita di situs tertentu dengan format yang tersedia. Dengan demikian, maka pengeluaran semakin berkurang. Akan tercapai efisiensi yang berarti.
2. Dampak Sosial : dampak sosial yang ditimbulkan oleh hadirnya Koran elektronik ini sangat beragam. Seperti kita ketahui, dengan sedikitnya penggunaan kertas, maka industri kertas pun semakin kehilangan pasarnya. Seperti kita tahu bahwa di perusahaan kertas, banyak karyawan yang dipekerjakan. Maka konsekuensi logisnya adalah lahirnya pengangguran-pengangguran baru. Namun, di sisi lain ada keuntungan juga, karena dengan sedikitnya konsumsi kertas, maka proses penebangan hutan juga semakin berkurang. Dan bumi pun dapat diselamatkan dari ancaman global warming.

Oleh : Syahdino Pratama (210110080208)

3 Dimensi Dalam Genggaman


Dunia teknologi komunikasi semakin berkembang. Kali ini perkembangan teknologi berasal dari dunia 3 dimensi (3D). Sebelumnya teknologi 3D hanya bisa kita temui di bioskop dan televisi serta notebook. Pada Jumat (2/4/2010) Sharp, raksasa elektronik asal Jepang memulai debut prototipenya dengan memamerkan lara ponsel 3D yang hanya berukurun 3 inchi. Ponsel tersebut menampilkan animasi 3D, berteknologi layar sentuh, dan terkoneksi ke kamera yang bisa merekam video 3D.
Dengan perkembangan ponsel tersebut, orang tidak perlu lagi untuk mencari sebuah televisi atau ke bioskop demi tayangan 3 dimensi. Uniknya, kalau gambar atau video 3D di televisi kebanyakan membutuhkan kamera khusus untuk melihatnya. Akan tetapi, layar Sharp bisa menampilkan gambar 3D tanpa kacamata khusus. Itu semua dikarenakan teknologi Sharp didesain menyajikan gambar berbeda kepada mata kanan dan mata kiri.
Hal yang perlu ditekankan adalah saat ini tampilan 3D Smart hanya bisa dengan jelas dilihat pada jarak tetap yakni sekitar 30 centimeter dari layar.Tidak hanya untuk ponsel, layar 3D tersebut segera ditanamkan Sharp pada perangkat genggam lainnya. Misalnya, konsol game dan kamera digital.

Cara Kerja Sistem 3 Dimensi :


Untuk lebih memudahkan dalam memahami kerja dari Smart phone 3 Dimensi ini, maka perlu dijelaskan bagaimana suatu sistem kacamata 3 D bekerja. Kacamata 3D membuat gambar pada film bioskop dan televisi seperti adegan 3 dimensi yang terjadi tepat di depan pengguna. Dengan objek bergerak keluar masuk layar dan seolah menuju ke arah penonton. Kacamata 3D membuat penonton merasa bagian dari adegan film, tidak hanya seseorang yang duduk disana menonton adegan tersebut.
Cara kerja ini berdasarkan pada Sistem penglihatan binocular, di mana itu semua berdasarkan pada kenyataan bahwa dua mata kita terpisah dengan jarak 2 inchi (5 cm). Dengan demikian setiap mata melihat dunia dari perspektif yang sedikit berbeda, dan otak menggunakan perbedaan tersebut untuk menghitung jarak secara akurat. Otak memiliki kemampuan untuk mengkorelasikan dan memperkirakan posisi, jarak, bahkan kecepatan suatu benda melalui data yang diperoleh dari sistem binocular mata. Sistem ini menggunakan kacamata berbeda warna. Merah/hijau atau yang lebih umum merah/biru. Pada film 3D, proyektor akan menampilkan dua jenis gambar sekaligus. Filter pada kacamata memperbolehkan hanya satu jenis gambar yang masuk ke tiap-tiap mata, kemudian otak akan menyelesaikan sisanya.
Setelah memahami itu, maka kita masuk pada sistem kerja dari Smart 3D ponsel. Ponsel 3D memiliki keunggulan dibandingkan dengan dunia 3D di bioskop, yang mana pengguna tidak perlu menggunakan kacamata 3D merah/biru. Itu semua dikarenakan pada ponsel tersebut ada cahaya yang mengarahkan sinar merah dan biru ke kedua mata yang berbeda. Cahaya tersebut menggantikan fungsi kacamata 3D.

Analisis berdasarkan pendapat dari Everet M. Rogers

1. Interactivity : Dengan penemuan ponsel Smart yang memiliki layanan 3D menyebabkan peminat terhadap dunia 3D menjadi lebih mudah, lebih efektif dan lebih puas terhadap layanan 3 dimensi. Dengan adanya ponsel 3D, pengguna bisa memesan tayangan apa yang diinginkan. Di mana sebelumnya, untuk mendapatkan layanan 3D, seseorang harus pergi ke bioskop atau membeli sebuah televisi 3D, tetapi tidak bisa melakukan pemenuhan keinginan pengguna. oleh karena itu, teknologi ini seperti berkomunikasi dengan penggunanya dengan cara memberikan apa yang dibutuhkan oleh penggunanya.

2. De-massifications : Dampak yang satu ini menentukan pesan yang diterima oleh konsumen suatu informasi. Kontrol pesan berpindah dari produsen ke konsumen. Sebelum ponsel 3D ini ada, seseorang ingin mennonton tayangan 3D harus pergi ke bioskop dan menonton apa yang telah dijadwalkan oleh bioskop penyedia, tetapi dengan adanya Smart ponsel 3D konsumen bisa memilih tayangan 3 dimensi yang disukai.

3. Asynchronous : pada saat ini, pesan/ tayangan 3D yang ditayangkan oleh bioskop serentak pada suatu ruangan theater. Jadi satu tayangan 3D, disaksikan oleh banyak orang. Efek keserempakan penerimaan pesan terjadi. Berbeda ketika, ponsel 3D ini ada. orang-orang yang memiliki ponsel ini tidak lagi akan menerima suatu layanan 3D pada saat yang sama dengan yang lainnya, serta produsen tidak perlu memiliki waktu yang bersamaan dengan konsumen dalam proses pentransmisian pesan.

selain dampak di atas, ada juga dampak lain, yaitu :

a. Dampak Ekonomi : dengan adanya ponsel 3D orang-orang bisa lebih menghemat biaya untuk pergi ke bioskop demi menonton tayangan 3D. Memang untuk mendapatkan ponsel ini diperlukan biaya yang mahal

b.Dampak Sosial : dampak sosial yang ditimbulkan adalah timbulnnya jarak antara interaksi antar-manusia. Sebelumnya orang-orang akan bersama-sama ke bioskop atau televisi untuk menonton tayangan 3D. Tetapi kehadiran ponsel ini bisa menyebabkan tingkat individualitas menjadi meningkat. Orang yang memilikinya cenderung senang akan kesendiriannya dengan ponsel yang memiliki layanan 3D tersebut.

oleh : M.Diaz Bonny S
210110080024

Redaksi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Redakasi Berita Teraktual : M.Diaz Bonny Supramono, Syahdino Pratama
 

Site Info

Berita Aktual Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template