Perkembangan Media Baru
M. Diaz Bonny S. (210110080024)
Syahdino Pratama (210110080208)
Dunia Jurnalisme Masa Depan
Perkembangan teknologi semakin pesat. Berbagai macam penemuan teknologi hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan teknologi tersebut tak lain adalah untuk membuat manusia semakin mudah dalam mengerjakan berbagai kegiatannya. Teknologi yang paling pesat perkembangannya adalah teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Itu semua disebabkan begitu besarnya kebutuhan manusia akan komunikasi dan informasi.
Tonggak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ditandai dengan ditemukannya internet dan website. Dahulunya sebelum ada internet dan website, manusia meperoleh informasi dari media cetak dan media elektronik. Memang media-media tersebut sampai saat ini masih digunakan, seperti koran, majalah, televisi, radio, dan sebagainya. Namun, media tersebut pamornya sudah mulai meredup seiring kehadiran internet dan website.
Penemuan website ini menyebabkan penyampaian pesan menjadi lebih cepat. Faktor kecepatan inilah yang menjadi nilai tambah dari internet dan website. Kecepatan tersebut dimanfaatkan oleh sebagian manusia untuk mendapatkan sisi aktualitas dari informasi. Contoh, orang-orang akan mendapatkan berita yang cepat melalui situs detik.com, di mana informasi yang disampaikan lebih cepat daripada media lain (media cetak dan elektronik).
Jika kita bayangkan 10 tahun mendatang, mungkin saja manusia akan beralih ke dunia online ini. Semua hal akan terhubung dan terkoneksi dengan apa yang dinamakan internet. Itu semua sudah bisa kita lihat pada saat sekarang ini. Begitu banyak gadget yang memberikan layanan media online, seperti iPad dan PDA. Kedua gadget ini memberikan fasilitas internet untuk mengakses berbagai website dengan kecepatan tinggi. Bahkan, beberapa waktu lalu Google berencana untuk mengeluarkan sebuah TV yang langsung terhubung dengan jaringan intenet. TV itu bisa mengakses film-film dan video streaming. TV itu juga dilengkapi dengan pemutar blue ray.
Bisa kita bayangkan dalam 10 tahun mendatang, dunia ini penuh dengan alat-alat canggih yang bisa memberikan akses cepat pada manusia. Sudah barang tentu alat-alat tersebut menjadi kebutuhan pokok manusia. Manusia akan sangat tergantung pada alat-alat tersebut dalam pemenuhan kebutuhanya.
Namun, walau bagaimanapun dahsyatnya peran perkembangan teknologi informasi, hal itu juga sudah barang tentu membawa dampak tertentu. Perkembangan teknologi informasi itu bisa berpengaruh terhadap eksistensi media massa cetak dan media massa elektronik konvensional yang sekarang masih digandrungi. Mungkin 10 tahun mendatang kedua jenis media ini akan musnah. Orang-orang akan menonton televisi, mendengar radio dan membaca berita hanya dalam genggaman. Para produsen berlomba-lomba menciptakan alat konvergensi yang kecil, efektif, dan efisien.
Jurnalisme di Perkembangan Teknologi Canggih
Ada hal yang menarik yang perlu kita perhatikan dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu berkaitan dengan dunia jurnalisme. Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih, maka dunia jurnalisme tentu juga akan terus berkembang.
Jurnalis semakin canggih. Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambakan aktivitas jurnalisme di masa mendatang. Masa tersebut bisa 10 tahun mendatang atau bahkan kurang. Dunia jurnalisme semakin cepat. Penyampaian informasi bisa langsung sampai ke komunikan dalam detik itu juga. Misalkan saja, kejadian kebakaran di suatu tempat akan langsung diberitakan dalam waktu yang singkat. Jurnalis tidak perlu lagi ke kantor untuk menyerahkan beritanya ke redaktur. Semuanya dilakukan lewat jaringan internet.
Namun, ada hal yang sebenarnya perlu dikuatirkan oleh dunia jurnalisme. Dengan perkembangan teknlogi yang semakin canggih, maka setiap orang pasti akan bisa menyampaikan informasi yang diperolehnya. Dengan kata lain, warga tidak perlu lagi mencari jurnalis untuk meliput suatu kejadian karena itu semua bisa dilakukan oleh warga itu sendiri. Kegiatan tersebut bernama citizen journalism.
Walaupun citizen journalism menjadi ancaman serius dalam dunia jurnalisme, jurnalisme warga ini juga memberikan manfaat tersendiri bagi dunia jurnalisme. Jurnalis tidak perlu lagi mencari berita yang tidak bisa dijangkau. Tetapi, hal yang berkaitan dengan kredibiltas informasi harus tetap diutamakan. Jadi, profesi sebagai jurnalis tidak akan tergeser dengan adanya citizen journalism. Meskipun demikian, peran professional journalism tetap dibutuhkan. Kenapa? Karena para jurnalis profesional ini memiliki kelebihan-kelebihan dibanding para jurnalis warga. Contoh, ketika meliput tempat resmi yang tidak bisa didatangi sembarangan orang. Jurnalis warga memiliki keterbatasan di sini. Alasan pertama, jurnalis warga tidak mempunyai akses masuk karena tidak punya kartu pers resmi. Nah, di sini lah kelebihan dari jurnalis profesional. Dia bisa mendapatkan akses masuk karena dia diizinkan dan dilindungi oleh Undang-undang.
Situs Jejaring Sosial dalam Persaingan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tadi menyebabkan adanya tren dalam dunia jejaring sosial. Jejaring sosial ini dalam bentuk website yang menyediakan layanan pada warga untuk berinteraksi di dunia maya. Contohnya facebook, twitter dan webblog. Jejaring sosial ini member keleluasaan kepada pengguna untuk mengaktualisasikan dirinya dalam bergaul. Bahkan, orang yang biasanya di dunia nyata bersfiat kalem dan pemalu, malah di dunia maya menjadi orang yang sangat terbuka dan agresif. Inilah yang ditawarkan oleh jejaring sosial sehingga membuat orang terlanjur candu menggunakannya. Selain itu, situs jejaring sosial ini juga menawarkan sisi privatisasi, sehingga orang-orang akan cenderung mebatasi siapa saja yang bisa berinteraksi dengannya.
Situs jejaring sosial pada saat ini menjalani masa jayanya. Masa kejayaan ini sebenarnya merupakan momentum yang besar bagi dunia jurnalisme. Setiap orang bisa memberikan informasinya melalui akun pribadi yang dimilikinya. Misalkan saja, pengalaman dalam menikmati pemandangan alam bisa diinformasikan kepada yang lain dengan menulis di facebook.
Sepuluh tahun mendatang, kami meyakini situs jejaring sosial adalah tempat yang paling tepat dan efisien dalam menyampaikan informasi. Bisa jadi, web yang berisikan berita akan bergabung dengan situs jejaring sosial dalam menggaet pembaca. Persaingan antar media pun pasti tidak akan bisa dielakkan. Konsekuensi positif yang bisa didadapatkan adalah situs jejaring tersebut menawarkan penemuan-penemuan baru yang menarik, mudah dan cepat diakses oleh semua orang. Itu semua berkaitan dengan tren manusia yang lebih suka mengakses jejaring sosial dibandingkan portal berita.
Untuk lebih memudahkan kita dalam memahami persaingan situs jejaring sosial (facebook, twitter dan lainnya) dan dihubungkan dengan dunia jurnalisme, maka kami akan coba sedikit jelaskan dunia situs jejaring sosial tersebut.
Twitter
Twitter dikenal dengan situs micriblogging yang memudahkan manusia dalam berkomunikasi di dunia maya. Kecepatan penyampaian pesan menjadi andalan utama bagi situs yang satu ini. Dalam dunia jurnalisme, kita mengenali apa yang disebut sebagai aktualitas dan kecepatan penyampaian informasi. Melalui situs jejaring sosia twitter ini, para jurnalis mendapatkan keuntungan yang besar dalam menyampaikan berita kepada khalayak. Misalkan saja, ketika adak kejadian gempa, jurnlis bisa langsung memberikan informasi melalui twitter yang dimilikinya. Semua orang yang menjadi temannya akan segera tahu akan informasi apa yang disampaikannya. Berbeda dengan penyampaian berita yang harus memperhatikan pola kalimat, struktur berita dan sebagainya. bukankah inti dari komunikas itu proses penyamaan makna ?
Bagi para jurnalis media sosial Twitter memiliki 2 fungsi , yaitu : Spotting trends, yaitu jurnalis dapat mengenali topik apa yang paling hangat dibicarakan di Twitter, baik dalam skala nasional maupun internasional. Jurnalis juga dapat mengetahui berbagai tanggapan dan komentar para pengguna Twitter lainnya atas topik tersebut. Filtering trends, yaitu jurnalis dapat melakukan penyaringan atas berbagai topik yang dibicarakan di Twitter. Jurnalis juga dapat menilai sisi news value topik tersebut. Apakah cukup penting dan menarik untuk dicari tahu lebih jauh atau tidak.
Facebook
Teknologi jejaring sosial yang juga menjadi tren saat ini adalah facebook. Teknologi ini menjadi hal yang paling utama dan terlengkap dalam penyampaian pesan. Mulai dari teks hingga video bisa diakses dalam satu halaman jaringan sosial ini. Jika dihubungkan dengan dunia jurnalisme, maka hal ini sangat membantu. Karya jurnalisme yang dihasilkan tidak hanya berupa teks, tetapi juga berupa gambar, video, audio, dan lain sebagainya.
Dengan adanya situs jejaring sosial seperti facebook ini, khalayak akan dimudahkan dalam mendapatkan informasi yang diinginkan. Dalam satu halaman web, khalayak bisa menikmati informasi dalam bentuk teks, audio bahkan video. Dengan hal itu, pengguna tidak akan pernah merasa bosan. Karena unsur kebaruan dan inovasi sangat mempengaruhi sisi psikologi pengguna.
Melihat perkembangan saat ini, jejaring sosial akan terus berkembang. Berbagai fitur akan lahir untuk memberikan dimensi inovasi yang dapat menarik minat pengguna. Bisa saja, sepuluh tahun yang akan datang, semua media akan berafiliasi dengan situs jejaring sosial dalam menyampaian berita. Namun, terlepas dari kebebasan pengguna untuk menyampaikan informasi, beberapa hal harus tetap diperhatikan, seperti etika, akurasi, dan objektivitas. Jika semua kaidah-kaidah jurnalistik sudah terpenuhi, maka berbagai jejaring sosial ini akan menjadi andalan masyarakat.