Minggu, 13 Juni 2010

Warga Sumedang Kecam Israel

Sumedang — Serangan Tentara Israel ke kapal Mavi Marmara mendapat kecaman dari warga Sumedang, Jawa Barat. Ribuan Mahasiswa dan Pelajar se-Kabupaten Sumedang melakukan unjuk rasa selepas Shalat Jumat (04/06). ”Kami sangat mengutuk tindakan yang dilakukan Israel,” ujar Abi, salah seorang pengunjuk rasa.
Mereka berkumpul di alun – alun Sumedang dan melakukan long march sampai ke Bunderan Dano, Sumedang. Pengunjuk rasa diterima Wakil Bupati Sumedang Taufik Gunawansyah, SiP di alun-alun Sumedang. Dalam pernyataan sikapnya, Wakil Bupati Sumedang mengatakan Pemerintah Daerah telah menyatakan sikapnya melalui Surat yang ditandatangani langsung oleh Bupati Sumedang H. Don Murdono untuk disampaikan kepada Presiden.
Pernyataan sikap resmi Bupati Sumedang tersebut menyatakan keprihatinan yang sedalam – dalamnya atas insiden penyerangan Israel terhadap Kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina, dan mengutuk tindakan Israel tersebut.
Demo yang diikuti oleh Mahasiswa dan Pelajar tersebut sempat melakukan pembakaran ban mobil di depan KFC. Para pengunjuk rasa mengajak masyarakat untuk memboikot produk Israel dan Amerika agar tidak dikonsumsi.
Sementara itu dalam pernyataan sikap resminya, Forum Peduli Selamatkan Palestina menyampaikan 7 pernyataan sikapnya diantaranya Mengutuk Keras Aksi Terorisme yang dilakukan oleh Israel terhadap konvoy Bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla di Kapal Mavi Marmara, Mendesak Kepada Pemerintah SBY untuk bersikap aktif mendukung kemerdekaan Palestina, Menuntut agar Israel segera diseret ke Mahkamah Internasional dan diekstradisi dari Bumi Palestina; Menuntut dikembalikannya semua tanah Umat Islam di Palestina sesuai peta geografi sebelum tahun 1948 serta menuntut dibebaskannya anggota DPR Palestina yang di tahan Israel dan meminta Forum Legislatif Dunia menekan pemerintahan Israel, serta menuntut PBB untuk mengirim pasukan perdamaian ke Israel.

Syahdino Pratama (210110080208)
4 Juni 2010

SBY dan Megawati Akhirnya Bertemu

JAKARTA - Presiden SBY dan mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, akhirnya bertemu dalam satu forum resmi. Kedua tokoh hadir dalam satu acara kenegaraan, memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni di Gedung MPR DPR RI, Selasa (1/6/2010). Mereka saling bersalaman di akhir acara yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan negara dan mantan pejabat negara. Momen yang jarang terjadi ini langsung diabadikan oleh para juru foto.
Megawati saat dimintai komentarnya, mengaku kehadirannya dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dan mantan Presiden Republik Indonesia ke lima.
"Sebagai ketua umum DPP PDI-P dan sebagai mantan presiden," kata Megawati. Mega juga menambahkan bahwa dirinya hadir karena undangan dari Ketua MPR RI Taufik Kiemas, yang noatabene adalah suaminya. "Saya seharusnya jadi inspektur upacara DPP partai untuk sampaikan pidato tentang Pancasila 1 Juni. Tapi karena undangan Ketua MPR, maka saya dengan alasan yang kuat datang ke MPR," ujar Mega.
Dalam pidatonya, Presiden SBY menjunjung tinggi Bung Karno. Bahkan, sepanjang pidatonya, SBY tak henti-hentinya memuji dan menyanjung Bung Karno. Sanjungan SBY kepada Bung Karno terungkap dalam pidatonya, SBY menyatakan terinspirasi dengan pidato dan kharisma yang dimiliki oleh Bung Karno.

Sumber : Metro TV
Syahdino Pratama (210110080208)
1 Juni 2010

SBY Paparkan 7 Pokok Pikiran Bung Karno




Jakarta – Dalam peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengangkat pemikiran-pemikiran Bung Karno tentang Pancasila, yang merupakan dasar bernegara. Di Gedung Nusantara IV kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/6/2010). SBY menyampaikan ke-7 pokok pikiran Bung Karno itu secara sistematis, di antaranya mengenai nasionalisme, internasionalisme, permusyawaratan dan perwakilan, serta konsep negara gotong royong. SBY mengakui bahwa Bung Karno adalah penggali dan penjaring Pancasila.
SBY menjelaskan, Bung Karno mengatakan bahwa nasionalisme bukanlah kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinisme. ”Saya kutip kata-kata beliau, ’Menuju persatuan dunia, menuju persaudaraan dunia dalam kekeluargaan bangsa-bangsa, sehingga tidak perlu ada konflik antara nasionalisme dengan kemanusiaan atau keduniaan’,” cerita SBY.
SBY menambahkan, saat ini tidak perlu lagi adanya perdebatan mengenai Pancasila. Jika terus diperdebatkan, justru malah akan menjadi kontraproduktif dan tidak memberi kemaslahatan bagi bangsa.
"Tidak patutnya kita perdebatkan kembali Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara. Mari hentikan debat tentang Pancasila sebagai dasar negara, karena akan kontraproduktif dan ahistoris," imbau SBY di depan para anggota DPR/MPR dan para pejabat dan mantan pejabat di Republik.
SBY mengajak semua masyarakat untuk bergotong royong dan saling membantu satu sama lain. ”Kalau bicara persatuan, kebersamaan, dan kerja keras, maka tiada lain konsep gotong-royong yang disampaikan oleh presiden pertama kita, Bung Karno adalah semua buat semua, all for all, bekerja keras bersama,” tandas ketua dewan pembina Partai Demokrat ini.
Terakhir, SBY berharap agar Pancasila menjadi living ideology, serta working ideology yang terus dijadikan sebagai dasar negara serta pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Para pemimpin di Indonesia diharapkan menjadi contoh dan meneladani pemikiran-pemikiran Bung Karno yang akhirnya menjadi awal lahirnya Pancasila itu.

Sumber : Metro Tv
Syahdino Pratama (210110080208)
1 Juni 2010
Foto Ilustrasi: Google/serdadu95.wordpress.com/2009/08/...den-sby/

Nikmatnya Kopi di Blackcoffe Photography

Bandung – Kopi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan warga Indonesia. Hampir semua warga Indonesia pernah mengkonsumsi kopi.
Namun, di Bandung ada sebuah kafe yang menawarkan cara unik dalam menikmati kopi. Bagi penggila kopi, cobalah mampir ke Kafe Blackcoffe Photography di Jalan Badak Singa No. 2 Bandung. Di kafe ini disediakan berbagai jenis kopi yang akan memanjakan lidah para pengunjung. Ada lima menu utama di kafe ini, yaitu kopi Aceh Gayo, Sumatera Mandheling, Java Arabica, Toraja Kalosi, Papua Wamena. Yang membuat kopi ini terkesan unik adalah dalam penyajiannya. Masing-masing kopi disajikan dengan cara yang berbeda-beda. Kopi Gayo, misalnya, dimasukkan ke dalam bejana berbentuk tabung yang memiliki saringan dan penekan. Sebelum diminum, kopi yang sudah dalam bejana harus ditekan dulu agar air terpisah dari ampas. Kemudian, barulah kopi dituangkan ke dalam gelas untuk diminum.
Menurut pengelola kafe Irawan Surya Kusuma, cara itu sesuai dengan kebiasaan masyarakat tempat kopi itu berasal. Selain itu, kata Irawan, masing-masing kopi memiliki takaran yang berbeda-beda sesuai standar internasional. ”Ada ukuran-ukurannya sesuai standard internasional.”
Urusan kocek pun dijamin bersahabat dan ada plusnya. Sambil menikmati kopi, pengunjung juga bisa melihat-lihat karya fotografi dari beberapa komunitas foto Bandung di galeri kafe ini. Ane, seorang penikmat kopi, mengatakan harga yang dipatok pengelola kafe sesuai dengan cita rasa kopi. ”Tidak terlalu mahal lah,” ujar Ane yang merupakan mahasiswa salah satu Universitas Negeri di Bandung.
Bahkan, jika berkunjung pada Jum’at malam atau Sabtu malam, pengunjung akan disuguhi alunan musik blues oleh band lokal Bandung.
Tidak hanya kopi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai menu masakan yang disediakan oleh pengelola kafe. ”Semua menu masakan dimasak oleh sheff standar hotel bintang empat,” ujar Irawan.

Syahdino Pratama (210110080208)
30 Mei 2010

Mahasiswa Berwirausaha

Beberapa tahun terakhir berbagai universitas di Indonesia mulai menggalakkan program kewirausahaan mahasiswa. Dengan adanya program ini diharapkan akan lahir wirausahawan-wirausahawan muda yang akan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Memang program tersebut tidak serta merta langsung memunculkan wirausahawan baru. Namun, perlahan-lahan hasil positif itu sudah mulai terlihat. Belakangan ini banyak kita temukan mahasiswa yang mempunyai usaha mandiri. Salah satunya, Irawan Surya Kusuma yang merupakan seorang mahasiswa Teknik Material ITB. Irawan ikut program kewirausahaan yang diwadahi oleh Ikatan Alumni Jawa Barat ITB beberapa tahun lalu. Kini dia dan dua orang rekannya telah memiliki sebuah kafe di Jalan Badak Singa No 2 Bandung. Kafe yang menawarkan menu khas kopi ini mulai didirikan pada November 2009.
Irawan mengaku, awalnya dia pernah menjadi distributor beras premium. ”Saya memasok beras ke berbagai swalayan di sekitar Bandung. Untungnya sih lumayan. Tapi, udah beberapa bulan terakhir usaha itu mulai macet,” ujarnya. Setelah itu, dia bersama dua orang rekannya membuat usaha kecil-kecilan. Berbekal sebuah ruangan di kontrakannya, Irawan membuka sebuah warung kopi. ”Dulu modalnya hanya Rp 1,7 juta satu orang,” cetus mahasiswa asal Jakarta ini.
Kemudian, setelah lama berjalan, ia mencari investor untuk membesarkan skala usahanya. Akhirnya, ia pun mendapatkan gelontoran dana sekitar Rp 400 juta dari beberapa orang investor di Jakarta. Kini, ia dan dua rekannya sudah mampu mempekerjakan sebelas orang karyawan.
Berbeda dengan Eru, mahasiswa yang ikut program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Unpad, membuka usaha di bidang lain, yaitu sablon mug. Bermodalkan uang bantuan dari Unpad, Eru membeli alat-alat print seadanya. Eru mengatakan bahwa, modal itu akan dikembalikan lagi ke pihak Unpad. ”Dikembalikan sih, tapi nyicil dikit-dikit,” ujar mahasiswa Sastra Jerman Fakultas Sastra Unpad ini.
Kini, usaha Eru sudah mulai dikenal oleh mahasiswa. Dia mengaku, dia dan dua orang temannya tiap bulan bisa mendapat laba yang setara dengan UMR Kota Bandung. ”Sesuai lah dengan UMR di Bandung,” ujar mahasiswa asal Padang ini. Meskipun, usaha Eru belum sebesar Irawan, namun kemandiriannya patut diteladani.

Syahdino Pratama (210110080208)
30 Mei 2010

FIKOM Kampanyekan Anti-Plagiarisme dan Kecurangan Akademik


Jatinangor- Beberapa bulan terakhir pemberitaan mengenai kecurangan di lingkungan akademik semakin marak. Seperti, tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh dosen Universitas Parahyangan dan ITB. Tentu, itu merupakan potret kecil yang terekspos media. Tampaknya, plagiarisme dan kecurangan akademik lainnya telah menjadi bahaya laten yang menggerogoti civitas akademika sejak lama. Namun, baru beberapa bulan terakhir borok itu mulai terangkat ke permukaan. Sungguh ironis, warga akademik yang seharusnya menjadi contoh masyarakat, justru menjadi pelaku kecurangan. Suatu preseden yang kurang baik untuk masa yang akan datang.
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) menaruh perhatian terhadap permasalahan ini, melalui Gebrak (Gerakan Bersama Anti-Plagiarisme dan Kecurangan Akademik) Fikom. Gebrak Fikom, tepatnya diselenggarakan oleh mahasiswa Manajemen Komunikasi Fikom Unpad, merupakan kampanye sosial berupa himbauan yang ditujukan pada seluruh warga akademik. ”Kampanye ini adalah bentuk perhatian atas krisis citra dan moral akademik,” ujar Rendy, ketua pelaksana Gebrak Fikom.
Menurut Rendy, event ini awalnya memang merupakan tugas salah satu mata kuliah. ”Namun kami mengembangkan event ini agar mendapat apresiasi dari semua warga kampus.” Dia berharap, event bisa memiliki manfaat yang lebih besar buat semua orang. ”Semoga kegiatan ini mendapatkan respon dari warga kampus dan membawa dampak yang cukup signifikan dalam menanamkan kesadaran pada semua warga akademik untuk tidak melakukan kecurangan akademik,” cetus Rendy.
Gebrak Fikom berlangsung dari tanggal 25-27 Mei 2010. Rangkaian kampanye diisi dengan berbagai acara, salah satunya kuliah umum yang disampaikan oleh Guru Besar Fikom, Prof. Dr. Engkus Kuswarno dan Amir Tengku Ramli, direktur utama Pumping Indonesia Institute. Sedangkan di akhir acara, Gebrak ditutup dengan deklarasi anti plagiarisme dan kecurangan akademik oleh seluruh mahasiswa.

Foto : Ng Dapnu
Syahdino Pratama (210110080208)
27 Mei 2010

Redaksi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Redakasi Berita Teraktual : M.Diaz Bonny Supramono, Syahdino Pratama
 

Site Info

Berita Aktual Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template