
Jatinangor- Beberapa bulan terakhir pemberitaan mengenai kecurangan di lingkungan akademik semakin marak. Seperti, tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh dosen Universitas Parahyangan dan ITB. Tentu, itu merupakan potret kecil yang terekspos media. Tampaknya, plagiarisme dan kecurangan akademik lainnya telah menjadi bahaya laten yang menggerogoti civitas akademika sejak lama. Namun, baru beberapa bulan terakhir borok itu mulai terangkat ke permukaan. Sungguh ironis, warga akademik yang seharusnya menjadi contoh masyarakat, justru menjadi pelaku kecurangan. Suatu preseden yang kurang baik untuk masa yang akan datang.
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) menaruh perhatian terhadap permasalahan ini, melalui Gebrak (Gerakan Bersama Anti-Plagiarisme dan Kecurangan Akademik) Fikom. Gebrak Fikom, tepatnya diselenggarakan oleh mahasiswa Manajemen Komunikasi Fikom Unpad, merupakan kampanye sosial berupa himbauan yang ditujukan pada seluruh warga akademik. ”Kampanye ini adalah bentuk perhatian atas krisis citra dan moral akademik,” ujar Rendy, ketua pelaksana Gebrak Fikom.
Menurut Rendy, event ini awalnya memang merupakan tugas salah satu mata kuliah. ”Namun kami mengembangkan event ini agar mendapat apresiasi dari semua warga kampus.” Dia berharap, event bisa memiliki manfaat yang lebih besar buat semua orang. ”Semoga kegiatan ini mendapatkan respon dari warga kampus dan membawa dampak yang cukup signifikan dalam menanamkan kesadaran pada semua warga akademik untuk tidak melakukan kecurangan akademik,” cetus Rendy.
Gebrak Fikom berlangsung dari tanggal 25-27 Mei 2010. Rangkaian kampanye diisi dengan berbagai acara, salah satunya kuliah umum yang disampaikan oleh Guru Besar Fikom, Prof. Dr. Engkus Kuswarno dan Amir Tengku Ramli, direktur utama Pumping Indonesia Institute. Sedangkan di akhir acara, Gebrak ditutup dengan deklarasi anti plagiarisme dan kecurangan akademik oleh seluruh mahasiswa.
Foto : Ng Dapnu
Syahdino Pratama (210110080208)
27 Mei 2010

0 komentar:
Posting Komentar