Senin, 05 April 2010

Koran Elektronik, Alternatif Kurangi Pembabatan Hutan


Perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat, termasuk dalam bidang media massa. Setelah media online dimanfaatkan untuk menyebarluaskan berita, atau yang dikenal dengan berita online, posisi media massa cetak semakin terancam keberadaannya. Maka dari itu, media massa cetak mulai berbenah. Salah satu strategi media massa cetak untuk bersaing yaitu dengan meluncurkan Koran elektronik.
Di masa depan, koran elektronik akan menggantikan koran konvensional. Bahkan, sudah ada beberapa film yang sudah menampilkan kecanggihan teknologi koran elektronik tersebut. Dalam film fiksi ilmiah “Minority Report”, Steven Spielberg mengganti harian “USA Today” dengan sebuah display transparan, di mana teks dan gambar dapat ditampilkan. Sepertinya impian Spielberg hampir menjadi kenyataan. Kini para penerbit koran sudah mulai menawarkan media baru kepada pembacanya, misalnya dengan apa yang mereka sebut “tinta elektronik”. Teknologi dasarnya dikembangkan di lab media MIT dan dipasarkan oleh E-Ink.

Cara kerja

Tidak banyak yang tahu bahwa koran elektronik telah dikembangkan sejak lebih dari 30 tahun lalu. Tinta elektronik membuat teks yang tajam dapat ditampilkan pada perangkat baca yang sangat tipis dan lentur, layaknya sebuah kertas Koran.
Jutaan bola berukuran mikroskopis diletakkan di antara 2 lembar plastik dan berfungsi menggantikan tinta cetak. Bola-bola tersebut berisi partikel warna hitam atau putih dengan muatan listrik berbeda dan “berenang” dalam cairan transparan. Sebuah medan listrik di antara elektroda-elektroda halus dalam lembar plastik menarik pigmen hitam atau putih ke permukaan dan membentuk pixel. Tinta elektronik ini mengkonsumsi listrik saat halaman “dibalik” dan mulai ditampilkan. Resolusinya sekitar 400 pixel/cm2, setara dengan koran cetak. Tebal display yang 0,3 milimeter hanya sedikit lebih tebal daripada kertas koran.
Namun, ada hal yang terasa sangat mengganjal dalam pengembangannya. Selam beberapa tahun, para pengembang belum mampu membuat secara masif display yang dapat digulung layaknya sebuah kertas sungguhan.

Koran elektronik pertama dari Belgia


Teknologi ini di beberapa negara telah mulai diaplikasikan, salah satunya di Belgia. Langkah awal telah dibuat oleh koran ekonomi “De Tijd”’. Pembaca dapat mendownload versi digital koran tersebut dengan besar sekitar 4-6 MB, ke perangkat baca Ilead. Reader yang dibuat oleh anak perusahaan Philips IRex tersebut berukuran sekitar 22 x 16 cm, tebal 16 mm dan berat 390 gram. Halaman dibalik dengan menekan tombol. Harian terbitan Perancis “Les Echos” dan “New York Times” juga tengah menguji edisi elektronik-nya.

Dampak Teknologi

Menurut Everet M. Rogers, ada tiga dampak yang terjadi akibat perkembangan teknologi. Yaitu:
1. Interactivity : Kemampuan sistem komunikasi baru untuk "berinteraksi" dengan penggunanya, bukan sekedar menjalankan prosedur mekanis pengiriman pesan atau reaksi mekanikal. Dengan adanya Koran elektronik ini, sistem komunikasi baru yang tecipta akan lebih interaktif. Karena apa yang diperintahkan oleh pengguna, akan dijalankan oleh komponen tersebut. Jadi ada hubungan timbal balik layaknya sebuah percakapan.
2. De-massifications : Kontrol sistem komunikasi bergeser dari produsen pesan ke konsumen media. Dengan adanya Koran elektronik ini, kontrol penyajian berita bukan lagi pada institusi pers, tetapi lebih pada peran aktif konsumen. Karena, konsumen lah yang akan mendowload berita-berita yang sesuai dengan minatnya. Bukan diterpa dengan sengaja, layaknya pemberitaan dalam Koran konvensional.
3. Asynchronous : Kemampuan untuk menentukan waktu pengiriman dan penerimaan pesan pada waktu yang dikehendaki. Jika, pada Koran konsumen dibatasi waktu, maka dalam Koran elektronik ini sangat berbeda. Pengguna Koran elektronik tidak perlu khawatir akan kehilangan atau ketinggalan berita. Karena, si konsumen bisa kapan saja mengakses berita yang dikehendaki.

Selain tiga dampak yang diutarakan Rogers, masih ada dampak yang dapat timbul dari kemajuan teknologi, di antaranya:
1. Dampak Ekonomi : Dengan adanya Koran elektronik, pengguna tidak perlu sering membeli Koran seperti biasa. Cukup satu kali membeli perangkat plastik elektronik, konsumen hanya tinggal mendownload berita di situs tertentu dengan format yang tersedia. Dengan demikian, maka pengeluaran semakin berkurang. Akan tercapai efisiensi yang berarti.
2. Dampak Sosial : dampak sosial yang ditimbulkan oleh hadirnya Koran elektronik ini sangat beragam. Seperti kita ketahui, dengan sedikitnya penggunaan kertas, maka industri kertas pun semakin kehilangan pasarnya. Seperti kita tahu bahwa di perusahaan kertas, banyak karyawan yang dipekerjakan. Maka konsekuensi logisnya adalah lahirnya pengangguran-pengangguran baru. Namun, di sisi lain ada keuntungan juga, karena dengan sedikitnya konsumsi kertas, maka proses penebangan hutan juga semakin berkurang. Dan bumi pun dapat diselamatkan dari ancaman global warming.

Oleh : Syahdino Pratama (210110080208)

0 komentar:

Posting Komentar

Redaksi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Redakasi Berita Teraktual : M.Diaz Bonny Supramono, Syahdino Pratama
 

Site Info

Berita Aktual Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template